Sabet 11 Emas, Padang Juara Umum Berkuda Memanah Porprov Sumbar XVI 2026
![]() |
| Atlet Padang Sabet 11 medali Emas Berkuda Memanah di Porprov XVI 2026.(foto:Hms) |
Andalas Time,Padang - Kerja keras selama enam bulan berbuah manis bagi kontingen Kota Padang. Dengan persiapan intensif dan latihan rutin dari pagi hingga sore, para atlet berkuda memanah Kota Padang sukses merebut gelar juara umum cabang olahraga Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026.
Berlaga di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Minggu (11/10/2026), kontingen tuan rumah tampil gemilang dengan mengoleksi **11 medali emas dan satu medali perunggu** dari total 16 medali emas yang diperebutkan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti hasil dari kedisiplinan, ketekunan, dan kesungguhan para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Pordasi Berkuda Memanah, Taufik Hidayat, secara resmi mengumumkan Kota Padang sebagai juara umum setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai dilaksanakan.
"Dari hasil pelaksanaan Porprov cabang Pordasi Berkuda Memanah, dari 16 medali emas yang diperebutkan, kami umumkan juara umum untuk cabor ini jatuh kepada kontingen Kota Padang. Selamat kami sampaikan kepada kontingen Kota Padang dengan perolehan 11 medali emas dan satu medali perunggu," ujar Taufik.
Enam Bulan Berlatih, Medali Emas Jadi Buah Perjuangan
Di balik raihan prestasi tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dijalani para atlet. Persiapan selama kurang lebih enam bulan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan, ketepatan, konsentrasi, serta koordinasi saat memadukan keterampilan berkuda dan memanah.
Atlet Kota Padang, Cantika, mengaku bersyukur dapat mempersembahkan medali emas. Meski sempat diliputi ketegangan saat bertanding, kerja keras selama masa persiapan akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
"Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan medali emas. Perasaan kami tentu senang, tetapi juga sempat deg-degan. Persiapannya kurang lebih enam bulan, dan kami selalu meluangkan waktu latihan dari pagi sampai sore," ungkap Cantika.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa prestasi olahraga tidak diraih secara instan. Konsistensi berlatih, pengorbanan waktu, serta kesiapan mental menjadi bagian penting yang mengantarkan atlet menuju podium juara.
Keberhasilan Cantika bersama rekan-rekannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kota Padang untuk mengenal dan menekuni olahraga berkuda memanah.
Berkuda Memanah dan Nilai Budaya Minangkabau
Porprov Sumbar XVI 2026 cabang Pordasi Berkuda Memanah diikuti 13 kabupaten dan kota dengan total 97 atlet yang berlaga di Pantai Pasir Jambak.
Selain menjadi arena persaingan untuk meraih medali, kejuaraan ini juga menjadi ruang pengembangan olahraga berkuda memanah di Sumatera Barat. Cabang olahraga tersebut memiliki keterkaitan dengan keterampilan berkuda dan memanah yang dikenal dalam tradisi sejarah berbagai masyarakat.
Bagi Sumatera Barat, pengembangan olahraga ini juga dipandang sejalan dengan upaya menguatkan nilai-nilai budaya dan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Bendahara KONI Padang, Zulhardi Z. Latif, menilai olahraga berkuda memanah perlu terus mendapat perhatian agar semakin dikenal dan diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
"Salah satu sunnah adalah berkuda dan memanah. Karena kita di Sumatera Barat berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu cabor Pordasi Berkuda Memanah ini harus kita naungi dan tingkatkan lagi agar peminatnya semakin banyak," kata Zulhardi.
Menurutnya, pengembangan cabang olahraga tersebut tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga perlu diarahkan untuk memperluas partisipasi atlet dan membangun pembinaan yang berkelanjutan.
Modal Penting untuk Kompetisi Mendatang
Raihan 11 medali emas dan satu perunggu menjadi modal penting bagi Kota Padang dalam menjaga prestasi pada kompetisi berkuda memanah berikutnya.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan potensi atlet daerah yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan terarah, fasilitas latihan yang memadai, serta kesempatan bertanding secara berkelanjutan.
Dengan keterlibatan 97 atlet dari 13 kabupaten dan kota, Porprov Sumbar XVI menjadi momentum untuk memperluas ekosistem olahraga berkuda memanah di Sumatera Barat.
Bagi Kota Padang, gelar juara umum ini bukan sekadar pencapaian di papan klasemen. Prestasi tersebut menjadi hasil nyata dari kerja keras para atlet sekaligus dorongan untuk melahirkan lebih banyak pemanah berkuda muda yang mampu bersaing pada kejuaraan mendatang.
Perjuangan Cantika, Zizi, Haura, dan para atlet lainnya diharapkan menjadi awal dari pembinaan yang semakin kuat, sehingga olahraga berkuda memanah terus berkembang dan mampu mengharumkan nama Kota Padang serta Sumatera Barat di tingkat yang lebih luas.(**)
