Fadly Amran Bidik Gastronomi Padang Mendunia, 20.791 Pelaku Usaha Kuliner Jadi Kekuatan Utama

Walikota Fadly Amran Bawa Kuliner Padang Ke Panggung Internasional.(foto:Ist)

Andalas Time,Padang -  Aroma masakan khas Minangkabau selama ini menjadi salah satu identitas kuat Kota Padang. Namun, bagi Wali Kota Padang Fadly Amran, kekayaan kuliner tersebut bukan sekadar warisan budaya dan daya tarik wisata. Gastronomi juga merupakan kekuatan ekonomi yang berpotensi membuka peluang investasi, memperluas pasar usaha, hingga membawa nama Padang ke panggung internasional.


Untuk mewujudkan potensi itu, Fadly Amran mengajak para pelaku usaha sektor gastronomi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam temu ramah bersama pelaku usaha gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (9/10/2026).


Pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Rina Pangeran, serta perwakilan organisasi usaha dan pariwisata, di antaranya APINDO, HIPMI, ASITA, KADIN, organisasi travel umrah dan haji, serta para pelaku usaha gastronomi.


Bagi Fadly, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berdaya saing. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sementara pelaku usaha membutuhkan dukungan kebijakan, kemudahan perizinan, infrastruktur, dan iklim investasi yang sehat untuk berkembang.


“Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Kota dengan para pelaku usaha, dalam mengembangkan sektor gastronomi sebagai salah satu penggerak perekonomian,” ujar Fadly.


 20.791 Pelaku Usaha Kuliner, Kekuatan Ekonomi Padang


Besarnya potensi gastronomi Padang terlihat dari jumlah pelaku usaha kuliner yang mencapai puluhan ribu. Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar.


Angka tersebut menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar sektor pelengkap pariwisata. Di balik rumah makan, restoran, usaha makanan rumahan, dan berbagai bisnis kuliner lainnya, terdapat aktivitas ekonomi yang menggerakkan rantai pasok bahan pangan, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.


Potensi itu semakin terlihat dari perkembangan sektor perhotelan, restoran, dan hiburan. Berdasarkan data realisasi pajak, omzet gabungan ketiga sektor tersebut pada 2025 mencapai sekitar Rp1,7 triliun.


Bahkan, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Fauzan menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan capaian tersebut hingga akhir tahun.


“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi bahwa capaian pada 2026 akan melampaui angka 2025, mengingat masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi masa yang optimal bagi sektor-sektor tersebut,” kata Fauzan.


Angka tersebut menjadi gambaran penting bagi pemerintah dan dunia usaha untuk melihat gastronomi sebagai sektor strategis yang perlu terus dikembangkan. Meski demikian, realisasi akhir tahun tetap bergantung pada perkembangan aktivitas usaha selama periode berikutnya.


 Membidik Pengakuan Kota Kreatif Dunia


Di tengah potensi ekonomi yang terus berkembang, Pemerintah Kota Padang juga tengah memperjuangkan peluang masuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang gastronomi.


Fadly menyebutkan, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UCCN pada 2027. Karena itu, ia mengharapkan dukungan dan keterlibatan aktif pelaku usaha agar persiapan yang dilakukan dapat berjalan optimal.


“Saat ini, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi. Kami mengharapkan kolaborasi para pelaku usaha agar cita-cita ini dapat terwujud,” ungkapnya.


Bagi Padang, upaya tersebut bukan semata mengejar pengakuan internasional. Peluang masuk jaringan kota kreatif dunia diharapkan dapat memperluas ruang promosi kuliner Minangkabau, membuka kesempatan kerja sama lintas negara, serta mendorong penyelenggaraan kegiatan gastronomi berskala internasional.


“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” tegas Fadly.


Ia juga melihat peluang untuk menjadikan Padang sebagai lokasi penyelenggaraan pameran gastronomi dan berbagai kegiatan internasional. Agenda semacam itu berpotensi mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli, investor, wisatawan, dan mitra bisnis dari berbagai negara.


Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, promosi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, pelayanan, kebersihan, inovasi, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.


 Peluang dari Puluhan Ribu Jemaah Umrah


Selain kuliner dan perhotelan, Fauzan menyoroti potensi ekonomi yang berkaitan dengan perjalanan umrah dan haji. Menurutnya, sekitar 40 ribu jemaah umrah setiap tahun berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau.


Jumlah tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha di Padang untuk mengembangkan layanan pendukung perjalanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga paket wisata dan produk kuliner khas Minangkabau.


Fauzan menilai peluang itu belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Padang. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha kuliner, perhotelan, biro perjalanan, dan organisasi usaha dinilai penting untuk membangun layanan yang terintegrasi.


Jika dikelola dengan baik, aktivitas perjalanan umrah dapat menjadi salah satu pasar potensial bagi produk kuliner lokal dan jasa pariwisata. Meski demikian, pemanfaatannya membutuhkan strategi bisnis yang tepat, pelayanan berkualitas, serta kerja sama yang saling menguntungkan.


Kemudahan Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci


Untuk mendukung pertumbuhan sektor gastronomi, Fadly menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Langkah yang disiapkan mencakup pemberian kemudahan berusaha dan investasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, pembenahan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur.


Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri kuliner yang semakin dinamis.


Di sisi lain, pelaku usaha juga diharapkan berperan aktif dalam memperkuat identitas gastronomi Padang melalui inovasi produk, peningkatan standar pelayanan, dan pengembangan pengalaman kuliner yang menarik bagi wisatawan.


“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami berharap sektor gastronomi dapat terus berkembang, memperluas peluang investasi, meningkatkan daya saing kuliner lokal, serta memperkuat posisi Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fauzan.


Temu ramah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kesepahaman menjadi program nyata yang berdampak pada pertumbuhan bisnis, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dengan puluhan ribu pelaku usaha kuliner, potensi sektor perhotelan dan restoran, serta peluang pasar dari aktivitas pariwisata dan perjalanan umrah, Padang memiliki modal untuk memperkuat gastronomi sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.


Kini, tantangannya bukan hanya mempertahankan ketenaran kuliner Minangkabau, tetapi juga memastikan kekayaan rasa tersebut mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan bersaing di pasar global. Melalui kolaborasi yang konsisten, Fadly Amran berharap gastronomi dapat menjadi salah satu jalan bagi Padang untuk melangkah lebih jauh di panggung dunia.(**)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url